MANUSIA SELALU DIPERTANYAKAN OLEH MANUSIA ITU SENDIRI, BERUSAHA UNTUK MEMBERIKAN JAWABAN ATAS PERTANYAAN; “SIAPA AKU”?, “UNTUK APA AKU ADA DALAM KEHIDUPAN YANG BISA AKU RASAKAN DENGAN KESADARAN RASA DAN AKAL”?, “KEMANA AKU HENDAK MENUJU SEIRING DENGAN PERGESERAN WAKTU”?........................................................................
Tentu dalam pertanyaan ada jawaban, hanya saja jawaban tidak mesti benar, ada yang benar dan ada yang salah, mari kita beritikad untuk mencari jawaban yang benar, benar yang tidak ada keraguan di dalamnya, bila saja kita telah menemukan jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut maka selayaknya untuk kembali bertanya tentang apa yang harus kita perbuat setelah mendapatkan jawaban dari ketiga pertanyaan itu, “apa yang harus kita perbuat dalam kehidupan ini??” sungguh sangat bijak ketika kita berada pada posisi ketidaktahuan akan sesuatu hal kemudian kita berusaha mencari tahu, lalu berangkat dari pengetahuan itu kita dapat menjalani kehidupan ini dengan benar.
Kita mencoba merenungi keberadaan seekor kupu-kupu, tentu yang kita maksud bukan kupu-kupu malam, melainkan kupu-kupu indah yang berterbangan di taman-taman bunga, dari mana asal kupu-kupu itu?, kita mencoba menjawab bahwa asal mulanya adalah dari seekor ulat, ulat itu kemudian berubah menjadi kepompong, kepompong lalu menjadi kupu-kupu, kupu-kupu itu bertelur dan dari telurya akan menetas menjadi ulat, ulat ini merupakan generasi dari ulat sebelumnya dan juga akan berubah menjadi kepompong, begitu pula seterusnya, betapa uniknya………………………… lalu dari mana asal kupu-kupu itu?, mengapa hanya terjadi perputaran generasi yang sama?, sudah barang tentu ada yang menciptakan, bukan kupu-kupu yang menciptakan ulat atau ulat yang menciptakan kupu-kupu, lalu siapa?, itu hanya salah satu dari alam semesta ini yang kita pikirkan, kita pun dapat memikirkan alam semesta ini secara keseluruhan selama masih bisa kita kenali dengan menggunakan indra yang kita miliki. Apa yang menjadi kriteria pencipta?, benarkah jika pencipta selalu lebih kuat dari yang diciptakan?, yakinkah diri kita bahwa alam semesta dan jagad raya ini sesuatu yang diciptakan??, mari kita buktikan, unsur yang ada di alam semesta ini selalu berpasangan, ada “muda” ada “tua”, setelah muda akan menjadi tua, ada “hidup” ada “mati”, setelah hidup akan mati, ada “gelap” ada “terang”, ada “kecil” ada “besar”, ada “hitam” ada “putih”, ada “kejahatan” ada “kebaikan”, ada “lama” ada “baru”, ada “muncul” ada “lenyap”.. unsur alam yang berpasangan ini menunjukkan lemahnya alam semesta, berarti alam semesta ini merupakan sesuatu yang diciptakan.
Pertanyaan ketiga, “KEMANA AKU HENDAK MENUJU SEIRING DENGAN PERGESERAN WAKTU”?. detak jarum jam sampai pada saat ini ketika kita meluangkan waktu bersama buku berjudul “menjaga fokus diri memandang fokus global” masih tetap bergerak bersamaan dengan bergeraknya alam semesta ini, artinya waktu terus berjalan, jasad kita terus bergerak dari masa kita kecil menuju masa dewasa hingga akhirnya menuju pada kematian. Apakah kematian itu merupakan sesuatu yang menjadi tujuan hidup kita di dunia ini dan menjadi akhir dari hidup kita, benarkah demikian? Ataukah setelah kematian itu kita akan menuju pada alam baru yang membawa nuansa kehidupan baru setelah kehidupan dunia seperti halnya dari alam kandungan menuju alam dunia, (Bersambung......!!!)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar